Nah lo….kena hukuman
Jul 2nd, 2009 by dyahsuminar
Umur saya makin tua…sudah lewat setengah abad tepatnya, tapi keinginan sebagai orang yang aktif, dengan banyak kegiatan, seolah tak pernah surut… Maunya masih ingin kesana-kemari, apalagi kalau melihat tokoh tokoh perempuan disekitar saya. Ada lho yang usianya sekitar 75 tahun… masih enerjik dan kesana kemari bawa LAPTOP… Nah, ketika ketemu saya dan mendiskusikan sesuatu, beliau selalu… cari dan buka data di LAPTOP sebagai bahan diskusi, waaah malu…..
ternyata saya kalah jauh…
Kebiasaan saya… Mau bawa note book kalau ada sekretaris yang dampingi, agar tidak repot dan masih bisa gaya dengan sepatu dan tas yang matching……. Maaf ya mbak Imel, Bunda Dyah masih gaya nih… padahal kalau lihat mbak Imel dengan ransel nya… tetep aja pantes dan kereeen..
Hi..hi… jadi ingat bu Tuti…, soal Matching-matching an ini, beliau Jagonya… Coba saja kita amati foto-foto beliau…. Semua matching….mulai sepatu, tas, baju dan jilbab yang dipakai…. Moga-moga untuk yang terakhir ini beliau pelanggan saya. Jadi….. kalau ada barang baru…. Weeees…langsung punya koleksinya… Mungkin tas laptopnya pun matching dengan baju… berwarna-warni. Eh….maaf Mbak Tuti, malah jadi membahas penjenengan, itu karena saya sangat terkesan dengan segala penampilan yang matching.
Pada beberapa pertemuan… saya sering gunakan sedikit waktu untuk ngobrol-ngobrol ringan…
“Apa kabar mbak…, waah cantik sekali dan nampak segar, apa nih resepnya..” kalimat basa basi ini sering terlontar ketika kami… yang hampir hampir berusia sebaya bertemu pada beberapa acara. Ketika teman-teman sibuk membahas busana , jilbab atau tas dan asesoris, perhatian saya justru kepada kaki… KAKI ???….yaaa…kaki dengan sepatu atau selop yang dikenakan oleh mereka.
Lho..kok KAKI ?? …ya, ternyata Ego seseorang akan muncul secara spontan, kepada apa yang dia suka. Inilah buktinya, karena saya sangat suka Sepatu dan sandal.
Eiiits… beberapa dari teman saya ada yang memakai Highheels shoes, gak tanggung tanggung…7 cm sampai 9 cm, dengan model tumit runcing. Hmmm… memang serasi dan menambah cantik penampilan… Tapi,….. apa nggak sakit yah??,
sementara saya melihatnya saja sudah menjadi pusing ini kepala. Salah satu dari mereka saya bisiki… “mbak…sepatumu cantik…” Iya…terimakasih, ini beli di Bandung.. nah yang merah kemarin saya pakai pengajian itu beli di Jakarta..”
Saya melanjutkan….. “Oooo….padahal keseharian mbak pakai sepatu bertumit tinggi ya… Nyaman dipakai dan nggak lelah mbak ?”
” Yaaa……nggak mesti lah, kadang-kadang kalau modelnya cantik dipakai TIDAK NYAMAN, agak dipaksakan juga sih…. Nah…..tapi….kalau aku suruh pakai sepatu santai dan bertumit rendah…jadi BUKAN AKU dong, lagian nggak PEDE.…”. Hi..hi..hi…
ternyata diatas 50 tahun masih jaga penampilan…. berarti ini anggota kelompok saya, ada temennya nih… pikir saya…..
Beberapa waktu lalu, ada gangguan pada kaki saya…. ketika bangun tidur… atau setelah duduk dan berlama lama pada posisi yang sama… waduuuh….tumit kiri dan ujung Ibu jari kanan seolah tak mau diajak jalan. Kalau dipaksa jalan…. sakitnya luar biasa… rasanya otot tertarik sampai lutut dan rasa sakitnya sampai pangkal atas kaki. Pokoknya tidak nyaman untuk jalan…. lha biasa tukang jalan kok terpaksa nggak bisa jalan…
Menderita sekali.
Beberapa dokter saya datangi, mulai dokter umum, dokter spesialis syaraf, dokter ahli tulang, juga ahli penyakit dalam. Berbagai test laboratorium saya jalani, test darah lengkap, urine sampai papsmear… yang tidak ada hubungannya. Pikiran saya bermacam-macam, apa ini gejala Osteoporosis, Osteo arteritis, juga tanda tanda keTUAan… atau ada hal lain ya ??…mulailah Paranoid datang…
Salah satu dokter menanyakan..“Untuk aktivitas sehari-hari… biasanya Ibu pakai sepatu tipe yang mana ? ” sambil menunjukkan gambar…. Lalu saya menjawab : “Yang i
ni dok….” saya tunjuk jenis yang ramping dan cantik. “Kecuali kalau ke lapangan, saya pakai flatshoes atau sepatu kets” .
“Ooo…itu sangat tidak sehat Bu, karena posisi kaki Ibu tertarik menukik, dan tanpa bantalan tumit yang nyaman. Sudah Bu, sebaiknya ibu ganti yang nyaman saja… seperti ini lho”…. sambil menunjukkan sepatu yang gemuk-gemuk, dengan sol tebal, tidak cantik dan tidak cocok untuk saya. Saya hanya manggut -manggut… walau sedikit tidak setuju, kemudian pulang sambil diberi obat dan vitamin serta pesan untuk cek ulang 10 hari kemudian.
Karena penasaran dan kambuh lagi… saya segera sempatkan untuk test osteoporosis dengan alat yang namanya BMD ( lupa…kepanjangan nya apa ), foto rontgen kaki, juga test ulang darah dan saya tambah Mammography… (nggak ada hubungannya juga…,hanya karena sudah jadualnya). Alhamdulillah… semua hasilnya bagus.
Kembali saya berkonsultasi… kali ini dengan dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi. Intinya, dokter mengatakan bahwa kondisi tulang masih baik, test lain juga baik… ini hanya RADANG OTOT bu..,jelasnya. “Ibu akan saya beri suntik pada bagian yang sakit dan saya beri obat”….. HAH…???....walau agak takut, saya menyetujui sambil berpikir …kaki, bagian tumit dan ibu jari….??….di suntik ..?? ![]()
Sambil bergurau dokter menyuntik…. “Lho…kok tidak tertawa Bu, saya tadi cerita lucu.” Saya menjawab : “Ooo..maaf dok, lha SAKIT sekali.” Selesai itu,dokter menyarankan, saya harus memakai heels pad untuk dipakai aktivitas sehari hari. Jangan lagi memakai sepatu yang tidak nyaman pada saat jalan-jauh dan beraktivitas lama.
Dalam perjalanan pulang kerumah saya membayangkan koleksi sepatu yang warni warni, cantik-cantik, berbagai model… ternyata membuat penderitaan kaki. Hmmm…ini sebuah pelajaran untuk saya yang sangat menyukai koleksi sepatu….
Sampai rumah… saya tidak menceritakan hal ini pada suami, khawatir… dia akan tersenyum dan menyuruh sepatu sepatu itu di berikan kepada siapa yang mau… Weees, kok masih eman-eman, pikir saya. Dalam hati saya menyadari... Ooo… Tuhan menghukum saya, karena saya terlalu suka membeli dan mengoleksi sepatu, maka sekarang saya diberi sakit pada kaki.
Sampai pada suatu saat….. kami mau berangkat ke acara resmi… Seperti biasanya, suami protes….”sepatu sebegitu banyak, kok milihnya lama sekali to…?” Dalam perjalanan saya sampaikan….. “Saya sedang pengobatan kaki ke dokter, jadi LAMA MEMILIH kali ini bukan yang MATCHING, tapi yang mana yang enak dan nyaman dipakai pada kaki saya..
“Nah..lo…Kena hukuman Tuhan, karena kamu terlalu suka sepatu,” katanya… Benar juga…, setelah kaki tidak sehat, berlama-lama saya didepan almari sepatu bukan untuk memilih yang GAYA, tetapi…. mencari..mana yaaa..yang enak di kaki, mana ya… yang bisa pakai heels pad agar nyaman? Hiks….sediih…![]()
Mungkin tidak semua teman-teman sebaya saya mengalami hal yang sama, karena menurut pengalaman dokter hal ini sering terjadi pada orang orang dengan aktivitas yang banyak berjalan, ditambah dengan sepatu atau sandal yang dipakai kurang nyaman… hanya mengandalkan model yang bagus. Bagi teman teman yang belum merasakan keluhan seperti kaki saya, disarankan berhati-hati… sering-seringlah memakai sepatu yang NYAMAN…![]()








