Feed on
Posts
Comments

Umur saya makin tua…sudah lewat setengah abad tepatnya, tapi keinginan sebagai orang yang aktif, dengan banyak kegiatan, seolah tak pernah surut… Maunya masih ingin kesana-kemari, apalagi kalau melihat tokoh tokoh perempuan disekitar saya. Ada lho yang usianya sekitar 75 tahun… masih enerjik dan kesana kemari bawa LAPTOP… Nah, ketika ketemu saya dan mendiskusikan sesuatu, beliau selalu… cari dan buka data di LAPTOP sebagai bahan diskusi, waaah malu….. ternyata saya kalah jauh…

Kebiasaan saya… Mau bawa note book kalau ada sekretaris yang dampingi, agar tidak repot dan masih bisa gaya dengan sepatu dan tas yang matching……. Maaf  ya mbak Imel, Bunda Dyah masih gaya nih… padahal kalau lihat mbak Imel dengan ransel nya… tetep aja pantes dan kereeen..

Hi..hi… jadi ingat bu Tuti…, soal Matching-matching an ini, beliau Jagonya… Coba saja kita amati foto-foto beliau…. Semua matching….mulai sepatu, tas, baju dan jilbab yang dipakai…. Moga-moga untuk yang terakhir ini beliau pelanggan saya. Jadi….. kalau ada barang baru…. Weeees…langsung punya koleksinya… Mungkin tas laptopnya pun matching dengan baju… berwarna-warni. Eh….maaf Mbak Tuti, malah jadi membahas penjenengan, itu karena saya sangat terkesan dengan segala penampilan yang matching.

Pada beberapa pertemuan… saya sering gunakan sedikit waktu untuk ngobrol-ngobrol ringan…

“Apa kabar mbak…, waah cantik sekali dan nampak segar, apa nih resepnya..” kalimat basa basi ini sering terlontar ketika kami… yang hampir hampir  berusia sebaya bertemu pada beberapa acara. Ketika teman-teman sibuk membahas busana , jilbab atau tas dan asesoris, perhatian saya justru kepada kaki… KAKI ???….yaaa…kaki dengan sepatu atau selop yang dikenakan oleh mereka.

Lho..kok KAKI ?? …ya, ternyata Ego seseorang akan muncul secara spontan, kepada apa yang dia suka. Inilah buktinya, karena saya sangat suka Sepatu dan sandal.

Eiiits… beberapa  dari teman saya ada yang memakai Highheels shoes, gak tanggung tanggung…7 cm sampai 9 cm, dengan model tumit runcing. Hmmm… memang serasi dan menambah cantik penampilan… Tapi,….. apa nggak sakit yah??, sementara saya melihatnya saja sudah menjadi pusing ini kepala. Salah satu dari mereka saya bisiki… “mbak…sepatumu cantik…”  Iya…terimakasih, ini beli di Bandung.. nah yang merah kemarin saya pakai pengajian itu beli di Jakarta..”

Saya melanjutkan….. “Oooo….padahal keseharian mbak pakai sepatu bertumit tinggi ya… Nyaman  dipakai dan nggak lelah mbak ?”

” Yaaa……nggak mesti lah, kadang-kadang kalau modelnya cantik dipakai TIDAK NYAMAN, agak dipaksakan juga sih…. Nah…..tapi….kalau aku suruh pakai sepatu santai dan bertumit rendah…jadi BUKAN AKU dong, lagian nggak PEDE.…”. Hi..hi..hi…:roll: ternyata diatas 50 tahun masih jaga penampilan…. berarti ini anggota kelompok saya, ada temennya nih… pikir saya…..

Beberapa waktu lalu, ada gangguan pada kaki saya…. ketika bangun tidur… atau setelah duduk dan berlama lama pada posisi yang sama… waduuuh….tumit kiri dan ujung Ibu jari kanan seolah tak mau diajak jalan. Kalau dipaksa jalan…. sakitnya luar biasa… rasanya otot tertarik sampai lutut dan rasa sakitnya sampai pangkal atas kaki. Pokoknya  tidak nyaman untuk jalan…. lha biasa  tukang jalan  kok terpaksa nggak bisa jalan… Menderita sekali.

Beberapa dokter saya datangi, mulai dokter umum, dokter spesialis syaraf, dokter ahli tulang, juga ahli penyakit dalam. Berbagai test laboratorium saya jalani, test darah lengkap, urine sampai papsmear… yang tidak ada hubungannya. Pikiran saya bermacam-macam, apa ini gejala Osteoporosis, Osteo arteritis, juga tanda tanda keTUAan… atau ada hal lain ya ??…mulailah Paranoid datang…

Salah satu dokter menanyakan..“Untuk aktivitas sehari-hari… biasanya Ibu pakai sepatu tipe yang mana ? ” sambil menunjukkan gambar….  Lalu saya menjawab : “Yang ini dok….” saya tunjuk jenis yang ramping dan cantik. “Kecuali kalau ke lapangan, saya pakai flatshoes atau sepatu kets” .

“Ooo…itu sangat tidak sehat Bu, karena posisi kaki Ibu tertarik menukik, dan tanpa bantalan tumit yang nyaman. Sudah Bu, sebaiknya ibu ganti yang nyaman saja… seperti ini lho”…. sambil menunjukkan sepatu yang gemuk-gemuk, dengan sol tebal, tidak cantik dan tidak cocok untuk saya.  Saya hanya manggut -manggut… walau sedikit tidak setuju, kemudian  pulang sambil diberi obat dan vitamin serta  pesan untuk cek ulang 10 hari kemudian.

Karena penasaran dan kambuh lagi… saya  segera sempatkan untuk test osteoporosis dengan alat yang namanya BMD ( lupa…kepanjangan nya apa ), foto rontgen kaki, juga test ulang darah dan saya tambah Mammography… (nggak ada hubungannya juga…,hanya karena sudah jadualnya). Alhamdulillah… semua hasilnya bagus.

Kembali saya berkonsultasi… kali ini dengan dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi. Intinya, dokter mengatakan bahwa  kondisi tulang masih baik, test lain juga baik… ini hanya RADANG OTOT bu..,jelasnya.  “Ibu akan saya beri suntik pada bagian yang sakit dan saya beri obat”….. HAH…???....walau agak takut, saya menyetujui sambil berpikir …kaki, bagian tumit dan ibu jari….??….di suntik ..??

Sambil bergurau dokter menyuntik…. “Lho…kok tidak tertawa Bu, saya tadi cerita lucu.” Saya menjawab : “Ooo..maaf dok, lha SAKIT sekali.” Selesai itu,dokter menyarankan, saya harus memakai heels pad  untuk dipakai aktivitas sehari hari. Jangan lagi memakai sepatu yang tidak nyaman pada saat jalan-jauh dan beraktivitas lama.

Dalam perjalanan pulang kerumah saya membayangkan koleksi sepatu yang warni warni, cantik-cantik, berbagai model… ternyata membuat penderitaan kaki. Hmmm…ini sebuah pelajaran untuk saya yang sangat menyukai koleksi sepatu….

Sampai rumah… saya tidak menceritakan hal ini pada suami, khawatir… dia akan tersenyum dan menyuruh sepatu sepatu itu di berikan kepada siapa yang mau… Weees, kok masih eman-eman, pikir saya. Dalam hati saya menyadari... Ooo… Tuhan menghukum saya, karena saya terlalu suka membeli dan mengoleksi sepatu, maka sekarang saya diberi sakit pada kaki.

Sampai pada suatu saat….. kami mau berangkat ke acara resmi… Seperti biasanya, suami protes….”sepatu sebegitu banyak, kok milihnya lama sekali to…?” Dalam perjalanan saya sampaikan….. “Saya sedang pengobatan kaki ke dokter, jadi LAMA MEMILIH kali ini bukan yang MATCHING, tapi yang mana yang enak dan nyaman dipakai pada kaki saya..

“Nah..lo…Kena hukuman Tuhan, karena  kamu terlalu suka sepatu,” katanya… Benar juga…, setelah kaki tidak sehat, berlama-lama  saya didepan almari sepatu bukan untuk  memilih yang GAYA, tetapi…. mencari..mana  yaaa..yang enak di kaki, mana ya… yang bisa pakai heels pad agar nyaman? Hiks….sediih…:roll:

Mungkin tidak semua teman-teman sebaya saya mengalami hal yang sama, karena menurut pengalaman dokter hal ini sering terjadi pada orang orang dengan aktivitas yang banyak berjalan, ditambah dengan sepatu atau sandal yang dipakai kurang nyaman… hanya mengandalkan model yang bagus. Bagi teman teman yang belum merasakan keluhan seperti  kaki saya, disarankan berhati-hati… sering-seringlah memakai sepatu yang NYAMAN…

NYALON …yuuuk…

NYALON ???….

Iya….. kata ini lagi ngeTREND…. Nyalon Presiden atau Nyalon Wapres ya ?? He..he…sudah telat… karena mereka sudah ambil nomor pasangan dan mulai kampanye dimana mana… nomer 1,2 dan 3… Hayooo…. siapa yang mau jadi pasangan nomor 4, tapi jadi presiden di republik MIMPI…. he.. he..:roll:

Saya juga mulai kampanye dan promosi… tapi untuk NYALON yang lain.…. yaitu  Mencari dan menemukan kesejatian uniknya perawatan tradisonal, khusus untuk perempuan… Oalaah,,, maksudnya  NYALON itu ke SALON to Bunda??,,, begitu komentar mbak Ayik…

Betul…. karena saya melihat realita kehidupan, sebagian perempuan masih LUPA memikirkan diri sendiri. Mulai buka mata sampai menutup mata, prosentase terbesar  aktivitas mereka  adalah untuk memikirkan orang orang disekitarnya… Anak, cucu, suami… juga orang tua…. sekaligus pekerjaan  dan karir.

Pada suatu pertemuan….. saya iseng berbagi dengan beberapa perempuan. “Ibu…tadi bangun jam berapa …, apa saja yang  Ibu kerjakan sehari hari ?” Mereka menjawab…..“jam 04.00 pagi, setelah sholat subuh  saya harus menyiapkan sarapan dan segala sesuatu untuk anak anak dan bapaknya. Setelah itu,saya siap siap untuk berangkat kerja.. sepulang kerja saya harus melakukan pekerjaan rumah lagi”. Waah…waah…kok nggak ada habisnya ya…pekerjaan perempuan, padahal jaman sekarang banyak perempuan yang bekerja kantoran maupun profesi lain.

Saya lanjutkan bertanya…. “dalam satu minggu ini, siapa saja yang sudah mengapresiasi Ibu, memuji prestasi Ibu ?”..  Jawabnya : “belum ada “.…., padahal… pada umumnya  perempuan bekerja OVER TIME. Ketika semua orang belum BANGUN, perempuan sudah lebih awal bangun dan menyiapkan segala sesuatunya… dan sepulang kerja, perempuan masih dibebani dengan pekerjaan rumah tangga “…lanjutnya.. “kalau seperti Ibu ( bu Dyah maksudnya ), mestinya tidak demikian ya Bu, apa-apa sudah dikerjakan orang lain…” He..he…..:roll: walau ada asisten rumah tangga ,dll…saya tetap bangun pagi pagi…,agar 24 jam cukup untuk menyelesaikan semua urusan saya…

Hmmmm…benar juga, itulah perempuan… yang kebanyakan sering lupa untuk memikirkan diri sendiri, lupa bersenang senang, lupa relaks dan  lupa bersantai… ( yang POSITIP…lho… ). Nah  salah satu yang bisa dilakukan adalah NYALON....kita bisa relaks, santai….dan mencari ide dan inspirasi, karena mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki bisa dilakukan relaksasi.

Sebagai saran saja…  berikut beberapa tips untuk memilih bersantai  dan NYALON… ( bukan promosi lho…..)

  1. Pilih tempat perawatan yang bersih, hygienis dari berbagai aspek.. yaitu alat kerja, lingkungan dan properti yang digunakan serta pelayanan
  2. Pilih tempat perawatan yang KHUSUS Perempuan, agar lebih nyaman dan aman… cocok untuk muslimah
  3. Sesuaikan dan komunikasikan apa yang  kita mau, sehingga tidak terjadi mis komunikasi dan hasil yang kurang sesuai
  4. Sesuaikan dengan budget keuangan kita, sedapat mungkin memperoleh  hasil yang maksimal dari anggaran yang kita keluarkan
  5. Suasana nyaman, bisa membuat rileks dan suasana hati menjadi tenang sehingga bisa mengembalikan energi  dan menimbulkan inspirasi.
  6. Harus di sempatkan untuk NGOPENI awake dewe…. apalagi untuk yang memiliki penghasilan sendiri, adalah sebuah hak untuk membudgetkan khusus.
  7. Hasilnya ??…. anak-anak, suami akan senang karena tampilan kita  yang segar dan bersih.. juga wangi.

Saat ini, berbagai pilihan tempat NYALON ada dimana mana. Namun saran saya…l akukan yang sifatnya treatment yang aman, bukan dekoratif dan bukan juga yang beresiko.. apalagi operasi yang tidak ditangani ahli. Maunya cantik secara cepat… eh..malah jadi nggak karuan….:roll:

Semua perempuan diberi kelebihan… yang mancung, yang  gemuk,yang kurus, yang putih kulitnya, yang hitam , yang keriting rambutnya, yang lurus…. Semua adalah karunia Allah, tugas kita adalah merawat… menemukan , menggali kesejatian kecantikan yang sesungguhnya. Lho…apa to Bun….???  Artinya, siapapun dia… pasti memilki kelebihan… Nah, temukanlah dengan berbagai cara…. taat beribadah, selalu belajar, berilmu dan berbagi pengetahuan, berpenampilan rapi dan merawat diri… itulah CANTIK…

Untuk LAKI LAKI, nggak boleh nyalon Bun ??….. Secukupnya saja, sekedar potong rambut, cari yang aman, nyaman dan , tidak berlebihan…. karena Laki-Laki  juga harus selalu nampak  bersih.

Nah… berikut ini adalah pilihan tempat rileks yang dijamin aman dan nyaman….tetapi LAKI-LAKI …DILARANG MASUK, karena khusus untuk perempuan….:roll:

LAKI LAKI…

Setelah gegap gempita KOALISI…, kita dikejutkan dengan berita nasional yang cukup menghebohkan… Pejabat tinggi negara pada Lembaga Bergengsi tersangkut kasus pidana…. dan kasus lain…

Halaaaah… apa lagi??? :roll:

Yuuuk kita jadi penonton yang baik…. enak-tidak enak dan suka-tidak suka, setiap kita nyalakan TV… beritanya, itu lagi… itu lagi.

Kita bahas dari sisi lain saja yah… tentang LAKI-LAKI, enteng-entengan dan untuk kelakar saja…..

  1. Bagi yang tidak tahu bermain golf, menjadi mengerti bahwa main golf itu butuh berjam-jam… bahkan sampai sore, dan ketika sudah agak gelap pun masih dilanjut ngobrol…. LAKI-LAKI.. ternyata RUMPI juga. Mungkin istri dirumah berpikir… wong sudah gelap kok belum pulang… apa main golfnya pakai senter…:roll: atau bisakah main dilapangan golf yang penuh lampu bak siang hari ?
  2. Walaupun ada sebagian kecil Ibu-Ibu bermain Golf, ternyata olah raga ini masih di dominasi oleh 80 % LAKI-LAKI. Maka dari itu masing-masing management pengelola lapangan Golf berlomba menarik member sebanyak-banyak nya dan menjual fasilitas olah raga tersebut dengan daya tarik yang membuat,, LAKI-LAKI menjadi member atau bermain golf disitu…
  3. Oleh karenanya cara pemasaran yang dilakukan adalah daya tarik… CADDY yang cantik, menarik menjadi salah satu unggulan padang golf untuk mencapai target omset.. lagi-lagi… karena pegolf terbanyak adalah LAKI-LAKI.
  4. Saya kira LAKI-LAKI yang mengajak ISTRI bermain golf bersama, kurang dari 10 %…. secara kebetulan memang ISTRI punya alasan bermacam macam… sibuk rumah tangga lah,.. terlalu lama meninggalkan RUMAH, dll… Dan dugaan saya, barangkali LAKI-LAKI lebih nyaman tanpa ISTRI... positip thinking saja…para Ibu, bapak-bapak memang ingin refreshing dan olah-raga… tanpa ingin diganggu…
  5. Nah… adanya beberapa peristiwa besar menyangkut LAKI-LAKI yang berkedudukan tinggi dan cukup populer antara lain karena korupsi dan perempuan…  Yang menjadi alasan bagi LAKI-LAKI adalah ketidak cukupan secara materi lah (?)… dan ketidak cocokan dengan istri lah.. Lho…Lho…lho… lha dulu bagaimana pak…? apa salah kalkulasi ?…
  6. Padahal dulu…ketika meminang….demikian MANTAP nya LAKI-LAKI terhadap calon istrinya. Demikian juga ketika belum menjadi siapa-siapa, belum punya apa-apa… selalu bersama dan mesra dengan keluarga… dalam susah dan senang. Boro-boro main Golf, main tenis saja…mikir beli raketnya…he..he… :roll:
  7. Ketika mulai sibuk dan memperoleh kedudukan, juga mulai populer karena prestasi dan jabatannya, tak lagi mesra dan rindu dengan istri dan anak-anak, hanya karir dan kedudukan yang di kejar.… Kalau punya waktu luang, main Golf sampai lewat maghrib, meeting ini itu.. ketemu tokoh ini itu…. Sampai istri dan anaknya bingung…. Untuk apa to ayah seperti itu?.. apalagi hidup di Jakarta. Satu alasan tambahan buat pulang ter-LAMBAT adalah MACET…
  8. Ketika berada di puncak karir… di elu-elukan menjadi tokoh nasional dan tak tersentuh... LAKI-LAKI diatas angin. Mungkin apa saja bisa di kuasai… sehingga LUPA akan jasa ISTRI ketika sama-sama melalui berbagai kesulitan rumah tangga. Kalau ingat ya.. disebut, kalau LUPA…ya sudahlah, seolah perempuan tak ikut andil dalam suksesnya… :-(
  9. Akhirnya ketika dalam KESULITAN, PERKARA, ANCAMAN, KASUS…. ISTRI dibawa-bawa agar berperan untuk memberi kepercayaan pada PUBLIK, dan menunjukkan pada PUBLIK… bahwa rumah tangganya sangat BAHAGIA, TENTRAM…. dan DAMAI-DAMAI saja….. waduuuh….. ENAK di SONO nggak enak di KITA ya..? Juga ketika LAKI-LAKI sakit, perlu pertolongan… eh…ISTRI yang melakukan segala-galanya…

Halooo….para istri…. nggak ngajarin nih, tapi memang peran seimbang itu perlu. Ikut memutuskan, ikut berperan dalam banyak hal itu juga harus, tetapi memahami rumah tangga sebagai istri dan Ibu juga tanggung jawab MUTLAK… Walau…kalau bisa MANDIRI secara EKONOMI… sangat disarankan, agar bisa NGOPENI awake dewe, punya lingkungan, komunitas, aktivitas, peran domestik dan publik.... Yang jelas kita jadi punya HARGA DIRI… dan agar menjadi bagian yang pegang peranan penting serta TAK PERNAH TERLUPAKAN kapan saja, dimana saja…, oleh para LAKI-LAKI… atau tepatnya Suami Setuju…?? ;-)

Dan serius nih….hayooo ngaku …para istri, perempuan… kadang-kadang seneng juga kita punya kebebasan (dalam arti positip), kalau sesekali harus bersenang-senang sendiri… bersama teman-teman perempuan, tanpa harus direpoti ini itu….. Ketika hari BEBAS kita manfaatkan benar benar… inspirasi tentang banyak hal akan MUNCUL, sebagai sumber ide dan kreativitas dalam kehidupan….he..he..he… :-) itu yang saya alami…. sekaligus menunjukkan bahwa kita tidak terlalu bergantung… bisa mandiri dan dihargai… Monggo komen untuk para perempuan….

IKLAN…..

Beberapa minggu ini, kita sering sekali menyaksikan….. iklan yang dibintangi seorang artis  cantik,,, pemeran bu Muslimah pada film Laskar Pelangi….

“Biar bapaknya supir angkot anaknya bisaaa jadi pilot…. biar bapaknya loper koran, anaknya bisaaa jadi wartawan… dst. Sekolah gratis ada dimana-mana…. Mau tak ?”. “Dam…dam… dam.. diridam.. dam.. dam.. diridam.. pendidikan gratis ada dimana-mana”.. dst.., serta berbagai versi yang lain.

Saya heran…..kenapa ya,,,?! program pemerintah tentang pendidikan gratis.… diiklankan sampai se-dahsyat itu, perasaan selama ini belum ada program pemerintah diiklankan sampai sedemikian rupa. Setahu saya, pemerintah punya permasalahan segudang… yaitu kesehatan, kependudukan, sosial, ekonomi, lingkungan hidup dan lain-lain….. pokoknya komplit lah… Dan pemerintah pun punya banyak program besar, tapi tidak ada yang IKLAN nya sedhasyat ini. He..he… :-) ada apa.. dan kenapa ya…??

Iseng-iseng saya menonton tayangan TV One… saya ganti-ganti dengan Metro TV, Ee..e…. iklan tersebut muncul… hampir 10 menit sekali….. pada saat PRIME TIME pula. Kalau dihitung-hitung… misalnya  tarip satu kali spot 4 juta,,, trus berapa ya biayanya?? Wah…yang pasti angkanya luar biasa…… Ironisnya beberapa waktu lalu ada sekolah yang ambruk, beberapa muridnya luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.   Nah seharusnya bagaimana ya….??!! karena Biaya sekolah  yang gratis adalah..SD…, SMP…, setelah itu,,, waduuuuh…mahalnya, apalagi sampai perguruan tinggi :-(

Dari pembicaraan cucu keponakan yang mengikuti test Ujian masuk perguruan tinggi beberapa waktu yang lalu,  dengan temannya mereka diskusi…..“Eh..kamu ngisi berapa ….? …Lima puluh…, oh ya… saya 60,,, waaah saya cuma 25…” ..waduuh…miris saya… itu bilangan JUTA lho. Karena belum lama ini kira-kira  akhir tahun 2008, pengangguran intelektual di indonesia meningkat, di  Daerah Istimewa Yogyakarta  juga meningkat kira-kira  menjadi 21000 lulusan S1 dan S2 menganggur….

Ooalaah…, lagi-lagi..Indonesia….. Runyam  dan menyedihkan dimana-mana…:-( Sekolah mahal-mahal, setelah itu menganggur  karena tak tersedia lapangan kerja. Banyak orang setia dan suka mencari hiburan pada layar kaca, yaitu Sinetron…yang kadang-kadang tidak menggambarkan kehidupan orang Indonesia pada umumnya…. yaaah..sekedar hiburan. Tapi banyak juga yang jadi penonton rutin  dan pencari berita lewat layar kaca, walaupun selingan IKLAN-nya cukup banyak. Hati-hati jangan terlalu terpengaruh pada IKLAN, bisa berabe…!!

“Masih suka nonton  dan cari berita di TV ? “, tanya saya kepada beberapa teman. ” Yaah…masih, karena saya nggak bisa nyumet LAP TOP dan akses  internet…. Sakjane ….bosen juga ya…… melihat berita para petinggi parpol sedang ‘ubyek’… untuk hitang-hitung KOALISI”. Partai besar yang menang… sibuk menerima lamaran dengan menentukan berbagai syarat. Partai lama dan cukup besar… sibuk mencari teman-teman untuk koalisi, agar mengalahkan yang lain. Partai kecil sedang atau menengah… kesana-kesini lihat-lihat mana yang bisa menguntungkan hitungannya kalau berkoalisi,.. bahkan, kita sampai bosan menontonnya :-(

Sejak selesai Pemilu legislatip, seolah tak berhenti berita politik pada media cetak maupun televisi. Hal seperti ini  akan sangat membingungkan bagi rakyat kebanyakan yang tak paham politik. Ternyata semua petinggi punya ambisi…. mudah-mudahan masing-masing punya nurani untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan partai atau golongan saja.

Lho…apa hubungannya dengan IKLAN…???…

Pendidikan itu adalah kebutuhan bagi seluruh anggota masyarakat, bahkan kebutuhan dasar setelah kesehatan. Maka dari itu, sudah semestinya IKLAN  pendidikan gratis sangat menarik bagi masyarakat. Setelah kita peringati tanggal 2 Mei lalu  sebagai hari pendidikan… sudahkah pendidikan untuk SEMUA  telah terlaksana  dengan baik di seluruh pelosok nusantara?. Jumlah  anggaran pendidikan secara nasional  saat ini  mencapai 20%, di beberapa daerah telah mencapai angka tersebut. Tetapi adakah kemajuan yang signifikan dan merata secara kualitas  sistem pendidikan diseluruh Indonesia?.

Berbagai program menunjang pendidikan telah dilakukan pemerintah, BOS  dari pemerintah pusat, BOS-N, juga BOS buku dan lain-lain. Namun realitanya, baik sekolah negeri maupun swasta dengan kualitas baik masih menjadi favorit dan tak kurang murid. Sekolah pinggiran yang minim murid dan minim fasilitas  serta minim akses informasi, kemajuannya lebih lambat dibanding  sekolah favorit. ONO REGO ONO RUPO….. Ada harga ada kualitas.. Jer basuki mawa bea...kata mereka. Nggak mungkinlah  sebuah sekolah maju dan lulusannya bisa bersaing   kalau tidak didukung anggaran swadaya dari para orang tua murid  dan komite sekolah, dll.

Sebagai contoh di kota Yogyakarta… Sebelum IKLAN Pendidikan gratis… ada dimana-mana, dalam 3 tahun ini telah diterapkan kebijakan  “tak ada satu pun anak Jogja yang tak bersekolah karena alasan ekonomi”. Pemerintah membantunya, bahkan sejak tingkat Taman Kanak-kanak, dengan catatan BAGI YANG TIDAK MAMPU.

Apa yang terjadi atas kebijakan ini….??

Semestinya ada subsidi silang antara si mampu dan si tak mampu .Alangkah tidak adilnya apabila si mampu ikut ikutan GRATIS...tanpa membayar apa apa disekolah. Padahal kalau anak kita ikut LES  atau Kursus diluar sekolah hitungannya per-Jam…. lha,,, sekolah sehari minimal 6 jam, seminggu 6 hari kok mau gratisan. Yang jelas  dan yang benar adalah GRATIS bagi yang TIDAK MAMPU.

Oleh karenanya cermati IKLAN pendidikan Gratis… GRATIS….bukan berarti untuk semua orang, bukan berarti tanpa biaya. Para orang tua harus cermat… bahwa sekolah butuh TAS, BUKU, SEPATU dan lain-lain, serta butuh tabungan untuk tingkat SMA/SMK atau Perguruan Tinggi. Jadi…jangan terlena IKLAN GRATIS ya…. dan jangan pula IKLAN tersebut membuat kita menjadi tidak prihatin…. karena jangan sampai Gratis disini, membuat HUTANG disana. Hutang negara pula…yang nantinya… akan menjadi tanggungan anak cucu kita. Waduuuh…jangan sampai…. :-(

Lhaaaa, kalau IKLAN nya muncul tiap 10 menit… trus berapa BIAYA nya…?? …Nah,, inilah pertanyaannya…, monggo dihitung sendiri-sendiri…. ;-)

Older Posts »