Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-settings.php on line 468

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-settings.php on line 483

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-settings.php on line 490

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-settings.php on line 526

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-includes/theme.php on line 618

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-content/plugins/paged-comments/paged-comments.php on line 159

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-content/plugins/paged-comments/paged-comments.php on line 380

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-content/plugins/paged-comments/paged-comments.php on line 382

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-content/plugins/paged-comments/paged-comments.php on line 386

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/marganet/public_html/dyahsuminar.com/wp-content/plugins/paged-comments/paged-comments.php on line 481
Halaman Ibu Dyah » Blog Archive » Setiap anak punya hak….
Feed on
Posts
Comments

Setelah 20 hari cuti Ngeblog…, rasanya tangan ini kangen untuk menulis cerita harian yang sudah berurutan menunggu ditulis.

Kepada semua  sahabat blogger…..

Setelah sebulan berpuasa, Idul Fitri kita lalui….kita berharap…. semua upaya kita untuk menjadi lebih baik, dapat dijaga oleh Nya… hingga bertemu Ramadhan berikutnya… Maaf lahir batin..

Sebulan yang lalu ….

Secara rutin  setiap tahun, Tim penggerak PKK kota Yogyakarta, melakukan monitoring terhadap Posyandu di seluruh RW yang ada di kota Yogyakarta, yang jumlahnya ada 630 posyandu. (tentang ini dimuat pada blog PKK di www.pkkjogja.wordpress.com).

Ibu, saya mau matur… “ditemukan disebuah posyandu di  kecamatan Umbulharjo, balita dengan kelainan bibir sumbing (LPSC Labiogenato Palatomaxila Schisis Complex). Anak tersebut menderita bibir sumbing parah, terlahir tanpa langit-langit yang sempurna, dan kelainan pada salah satu mata “.

Waduuuh… saya lalu teringat lajur-lajur dalam buku Pintar Posyandu (inovasi dari kader PKK Kota Yogyakarta), yang didalamnya telah terdapat lajur tentang Deteksi dini tumbuh kembang anak. Ada apa rupanya, sampai tidak terdeteksi, padahal kami selalu bekerja sama dengan dinas kesehatan, melalui puskesmas setempat untuk melakukan pemberdayaan kesehatan berbasis masyarakat melalui posyandu.

Baru saja kita mendapatkan Penghargaan kota layak anak tingkat nasional. Kota yang nyaman bagi tumbuh kembang anak anak dari segala aspek kebutuhannya. Dan antara lain sebagai kota yang telah melakukan pemberdayaan kesehatannya melalui kesadaran masyarakat dengan bantuan kader kader/ relawan kesehatan maupun petugas puskesmas. Kota dengan kondisi Ibu dan bayi yang dilahirkan sehat, angka  kematian Ibu dan bayi sangat kecil, balita gizi buruk dan bermasalah dengan angka yang relatip sangat kecil. Eh… ada saja yang terselip.

Sambil membaca laporan lengkap dan melihat foto anak balita tersebut (20 bulan), saya tertegun sejenak…:roll: Ya Allah, apakah orang tua dan keluarganya tidak melakukan  upaya apa-apa, padahal melalui berbagai program, pemerintah kota telah memberikan kemudahan untuk berbagai masalah, terutama kesehatan, pendidikan, dan jaminan sosial lainnya. Waah…ternyata persoalannya cukup kompleks.

Kemudian saya segera berkoordinasi, tentang upaya upaya apa yang bisa dilakukan untuk anak tersebut. Akhirnya, walau dengan sedikit menemukan hambatan administratif, pembiayaan operasi bisa di bebankan melalui Jamkesda kota Yogyakarta. Walaupun menurut dokter ahlinya, operasi untuk anak tersebut harus terus dilakukan beberapa kali agar mendekati normal.

Hari Sabtu ini, saya sempatkan diri menjenguk anak tersebut ke Rumah sakit bersama ibu ibu pengurus PKK dan rekan rekan dari Dinas kesehatan.

Kegembiraan orang tua balita tersebut sangat nampak ketika kami datang, mereka menceritakan hasil operasi pertama yang dilakukan tim dokter pada anaknya. Tidak tega rasanya melihat kondisi balita tersebut,dia asyik bermain diatas boks tidurnya. Perban yang masih melintang menutupi jahitan sebagian wajahnya seolah tak dihiraukannya. Dia tetap gembira, melalui tatapan satu matanya nampak ada kecerdasan dan harapan yang berbinar  yang di tunjukkan kepada kami.

“Alhamdulillah Ibu, terimakasih  bantuannya. Kami mendapat bantuan dari pemerintah kota Yogyakarta, besok kami sudah bisa membawa pulang anak kami.” Tetapi…dokter mengatakan, bahwa operasi harus dilakukan beberapa kali termasuk memasang  satu bola mata palsu pada anak saya. Kalau kami boleh tahu, lalu bagaimana ya Bu, pembiayaan pengobatan selanjutnya?”.

Terlihat mereka sangat berharap bantuan selanjutnya, karena biaya pengobatan selanjutnya tentu lebih besar dari biaya operasi yang pertama.

“Mas kerja dimana?” tanya saya . “Saya buruh bu, di perusahaan es puter untuk catering. Istri saya dirumah, tidak bekerja karena harus ngopeni anak saya ini. Kami menikah terlalu muda, tanpa persiapan,umur saya sekarang 21 tahun. Nuwun sewu, kami masih ikut  dirumah orang tua yang juga tidak berlebih secara ekonomi. Kami sangat  bingung  ketika anak kami lahir cacat, kami sudah mencoba membawa ke Rumah Sakit, tapi mendengar biaya operasi yang demikian besar, terpaksa kami tunda.”

Iba, rasa tak tega, rasa syukur dan ingat cucu bercampur aduk pada pikiran saya. Rasa syukur yang tak terhingga, karena hari ini saya bisa menengok anak tersebut sebagai  Ibunya orang Jogja. Kemudian saya menengok kanan dan kiri di Zaal Anak tersebut,… penderita hydro cephalus, tumor otak, luka bakar,dll… yang berasal dari daerah lain, bahkan luar Jawa dan bukan penduduk Kota Yogyakarta. Ya Allah, mengapa mereka menerima cobaan yang luar biasa, melalui anak-anak yang tidak berdosa itu?…:roll: Rahasia Allah ini harus kita renungkan dan sikapi dengan melakukan upaya upaya positif.

Sambil memandangi pasangan yang masih sangat muda tersebut saya berpikir….”Berapa banyak ya…di Indonesia yang bernasib seperti ini?. Pasangan pasangan yang tak punya konsep dan  tanpa persiapan ketika menikah, yang tak mengerti harus melakukan apa ketika mempersiapkan anak mereka lahir, yang tak tahu harus minta tolong kepada siapa ketika anaknya bermasalah. Walaupun pada umumnya, migrasi penduduk pedesaan ke kota akan menjadi persoalan tersendiri karena kurangnya pendidikan dan informasi yang mereka terima “.

Ini Yogyakarta, ini kota besar, akses ke Puskesmas sangat dekat, berjalan kaki pun bisa. Kader kami di PKK setiap bulan melaksanakan POSYANDU di setiap RW, Juga Pendidikan Anak Usia Dini, Sosialisasi Dana Sehat/ Asuransi warga. Ternyata  semua itu belum mampu  secara menyeluruh memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang mutlaknya  hak dasar  untuk kesehatan anak, pendidikan anak dan perlindungan anak.

Setelah rekan rekan dari Dinas kesehatan menjelaskan syarat syarat yang harus dipenuhi oleh orang tua anak tersebut, wajah mereka tersenyum. “Alhamdulillah, akan segera kami urus Ibu. Terimakasih sekali lagi”.

Dalam perjalanan pulang kami mengobrol…“Lha iya ya… wilayah kita kecil, akses  menuju layanan kesehatan sangat mudah, saya tidak membayangkan di daerah daerah lain di indonesia yang aksesnya sulit, yang PKK nya tidak jalan, yang masyarakatnya tidak peduli, bagaimana nasib mereka ya?”. Wah….sediiih tenan.

Salah satu dari Ibu-ibu menimpali pembicaraan saya…

“Betul kata pak Walikota Ibu, bahwa kita ternyata masih pada tahap berjamaah di masjid, bukan jamaah dalam arti yang sesungguhnya”. Bahwa jamaah sesungguhnya adalah melalui silaturahmi kita  mampu berbagi, mau peduli agar kita bisa saling membantu, menolong, menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar kita”. Dan bahwa menjadi dermawan yaitu “memberikan sebagian  apa saja yang kita miliki, sekalipun hanya bisa memberi Senyum, adalah perilaku yang harus di biasakan “

Nah…dengan peristiwa ini, kami di PKK makin  bersemangat untuk menjadi mitra kerja pemerintah, melalui berbagai program kegiatan agar dapat membantu menyelesaikan persoalan masyarakat. Banyak keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintah,maka  dengan  bantuan banyak pihak, sedikit demi sedikit akan dapat terselesaikan berbagai permasalahan.

Adalah tugas kita semua untuk menyadarkan kepada masyarakat  bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk sehat, untuk memperoleh pendidikan, untuk tumbuh dan berkembang dan menjadi bagian dari anak Indonesia yang sehat, cerdas dan mandiri.

Saya yakin persoalan sejenis, seperti yang saya tulis diatas, masih sangat banyak. Saya yakin pula bahwa kedermawanan kita akan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat di lingkungan terdekat kita, dan selanjutnya masyarakat indonesia yang sangat kita cintai. Berbagi ilmu, ide, pengalaman, harta, tenaga dan apa saja yang kita punyai akan sangat bermanfaat, dan Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih banyak. Insya Allah….

37 Responses to “Setiap anak punya hak….”

  1. 1
    nh18 Says:

    Betul sekali ibu …
    setiap anak terlahir punya hak untuk sehat dan mendapatkan pendidikan …
    Mari kita lakukan melalui hal yang sederhana … di lingkungan kecil sekitar kita … sekarang …

    Salam saya ibu

    Mohon Maaf Lahir Bathin

    betul pak…kadang kita justru tidak melihat didekat kita masih banyak yang harus kita bantu…Alhamdulillah saya diberi kesempatan membantu bapak di organisasi sosial PKK….banyak hal yang kita bisa lakukan. Kalau saya jadi pengusaha TOK…waaah..bisa bisa cuma egois terus…

  2. 2
    sunflo Says:

    assalamu’alaikum, maaf baru berkunjung nich, bunda…, maklum habis lebaran pinginnya umrah 1 minggu. Selamat Iedul Fitri 1430 H, taqabalallahu minna wa minkum. Nice posting, bun… mengasah empati kita, semoga Allah mudahkan kita tuk dpt membantu sesama dan meringankan beban penderitaan orang lain, yang dengannya nanti Dia akan membantu kita di dunia dan di akhirat…

    Semoga Umrah mabrur…..manfaat dunia akhirat…
    waah…seneng banget ya…bunda jadi ingin umrah lagi….
    sebetulnya konsep dermawan yang diajarkan agama kita sangat luarbiasa…hanya kesadarannya saja yang belum seluruhnya terbangun..karena masih pada tataran mikir AWAKE DEWE…he..he…

  3. 3
    XP2 Scout Says:

    Salam kenal dari ujung timur Pulau Jawa.

    Bunda, memang secara umum namanya pernikahan usia muda menyebabkan tujuan utama berumahtangga untuk mencapai kesejahteraan terabaikan (walau tidak selalu). Anak muda masih suka main-main sesuai dengan usianya. Di daerah kami namanya perkawinan usia muda sangat tinggi frekuensinya. Dan perceraiannya juga masuk 3 besar untuk Indonesia. Suatu prestasi yang tidak membanggakan ya Bunda. Tapi itulah kenyataanya.

    Salam dari
    XP2 Scout Banyuwangi

    betul pak…mereka biasanya juga pindahan dari daerah2 pedesaan..
    insya Allah kalau yang di kota sudah rasional…bahwa menikah adalah menuai banyak tanggung jawab,maka jangan sampai miss calculation…he..he..

  4. 4
    Batavusqu Says:

    Salam Takzim
    20 Hari waktu yang cukup bunda untuk mengatur siasat ngeblog, terbukti saya dapat menikamati perjalanan tim PKK dalam mengunjungi posyandu-posyandu yang ada di masing-masing RW, demi terealisasinya amanah dari bapak Walikota, Sukses ya Bun.
    Maap baru bisa merequest karena ada musibah rentetan Siswa STSN yang meninggal karena OSPEK itu putra om Kusmanto teman saya.
    Salam Takzim Batavusqu

    he..he..kalau ditulis…yang dilakukan PKK…nggak ada habisnya…hari hari kita melakukan perubahan perilaku masyarakat agar bisa secara mandiri memenuhi hak hak dasarnya…

  5. 5
    Ria Says:

    Bunda…Selamat Idul Fitri 1430 H, Maaf lahir batin ya…siapa tau selama pernah comment disini ada salah2 kata atau khilaf mohon di maafkan….

    ngomong-ngomong tentang anak-anak yang sakit itu, sedih banget ya bun…harusnya mereka di perhatikan oleh pemerintah dan syukur lah Bunda bisa membantu mereka…siapa lagi yg akan membantu mereka? hiks…. :(

    iya betul mbak…banyak dari mereka yang tadinya pindahan dari luar kota kami….sehingga tidak terdeteksi,tahu2…ketka punya masalah…nah kami yang harus melakukan solusinya krn mereka telah pindah ke kota…

  6. 6
    krismariana Says:

    Bu Dyah… Selamat Idul Fitri ya :)
    Saya treyuh sekali membaca postingan Bu Dyah kali ini. Anak sekecil itu mesti dioperasi bbrp kali, dan itu pasti menyisakan rasa sakit setelah biusnya habis. Hiks… :( Dan kok ya ndilalah orang tuanya juga kurang mampu. Sebenarnya saya juga pengen tanya, bagaimana sih masyarakat biasa bisa membantu orang2 seperti mereka itu?

    Sebagai istri pelayan masyarakat, Bu Dyah bisa punya akses untuk bisa menolong mereka secara langsung. Itu suatu rahmat tersendiri pastinya, ya. Tapi saya juga berharap semakin banyak orang yang bisa turut turun tangan membantu.

  7. 7
    mamavino Says:

    assalamualaikum bunda, selamat idul fitri 1430H, taqabballahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,
    smg bs menjadi contoh utk pemerintah kota/kab yg lain, tp mmg yg penting kordinasinya ya bund, dr lingkungan yg paling deket, rt/rw, desa, kec dst..

    oya bund, kapan2 ibu2 jpc (jogja parent community) mau silaturahmi ke bunda, bole bund? prosedurnya gimana ya bund hihihi..

    Sama sama mbak,,,maaf lahir batin..
    boleh..monggo tulis surat dulu,atau hubungi sekretaris saya..mbak Nurul…di 450507 jam kerja ,hari kerja..

  8. 8
    elmoudy Says:

    sedih juga melihat seorang anak yang duduk lemas di kasur tsb
    dengan mata tertutup sebelah…
    semoga semuanya bisa dilalui dengan baek-baek saja
    Tuhan pasti sayang pada semua hambanya
    Beri dia yg terbaik ya Tuhan

  9. 9
    Batavusqu Says:

    Salam Takzim
    Agar lebih memberikan inspirasi; diulas yang mudah dilakukan oleh anggota pemula bunda, dan sebagai kegiatan rutin yang diajadikan beberapa episode. Izin usul Bunda jika berkenan..
    Salam Takzim Batavusqu

  10. 10
    badruzzaman Says:

    saluuut,

    salam kenal

  11. 11
    anny Says:

    Bunda sama ya sm saya, baru balik cuti :)
    Maaf Lahir Bathin ya Bunda

  12. 12
    sawali tuhusetya Says:

    wah, komen saya kok ilang, ya, bu, hehe … nulis lagi aja deh. mumpung suasana idul fitri belum jauh berlalu, izinkan kami sekeluarga mengucapkan selamat idul fitri buat ibu dyah dan keluarga, mohon maaf lahir dan batin. ttg posyandu, saya jadi inget grafik pertumbuhan anak saya yang rutin diikutkan ibunya dalam kegiatan di posyandu.

    Ilang ? mboten wonten itu mas Sawali…saestu…
    sama sama mohon maaf lahir batin….

  13. 13
    mikekono Says:

    setiap anak memang
    punya hak mendapatkan
    pendidikan, kesehatan dan
    perlindungan……dari orang dewasa
    *Met lebaran, mohon maaf lahir dan batin

  14. 14
    adi dzikrullah Says:

    salam kenal teman…semoga sukses selalu

  15. 15
    Bang Aswi Says:

    Wah, selamat ya Bunda atas penghargaan kota layak anak tingkat nasional yang disematkan pada Yogyakarta. Semoga ini menambah semangat kota-kota lain agar memang layak untuk ditinggali oleh generasi-generasi muda yang akan datang. Amin! Mohon maaf lahir dan batin….

    Maturnuwun…..maaf lahir batin juga…

  16. 16
    adelay Says:

    Selamat Iedul Fitri 1430 H
    Mohon maaf lahir dan bathin.
    Jika berkenan silakan mampir2 ke blog saya.

    Terimakasih Sebelumnya.

  17. 17
    anien Says:

    ma..maap numpang…liat blog aku donk! aku udh nulis cerita tentang ‘kencan singkat’ kita di tip top tadi. ok ok? mmua love you :*

  18. 18
    wongeres Says:

    Bunda Dyah, selagi masih Syawal, mohon maaf lahir batin. Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

    Setelah 64 tahun merdeka, idealnya kita sudah mampu mengekspand kriteria “sehat” sehingga penderita katarak, gondok, sumbing, gangguan pendengaran, dll yang biasanya tidak dianggap “sakit” bisa mendapatkan pengobatan dan perawatan semestinya. Kenyataannya, justru menyedihkan kalau menyadari bahwa rata-rata (tentu kita tidak mengharapkan) kita begitu sakit serius akan langsung jatuh di bawah garis kemiskinan, karena semua terjual untuk biaya pengobatan.

    Kita tidak akan pernah meragukan keadilan Tuhan. Tetapi berupaya mengantisipasi hal semacam itu adalah termasuk urusan duniawi yang dipercayakanNya kepada hambaNya kan, Bunda? Semoga postingan Bunda kali ini menginspirasi banyak pihak untuk keadaan yang lebih baik. Baik untuk diri sendiri, maupun untuk sesama.

  19. 19
    Abdul Aziz Says:

    Assalamu’alaikum,
    Sayang sekali saya bukan orang Yogya. Beuntunglah orang Yogya punya First Lady seperti Ibu. Mudah-mudahan dakwah Ibu melalui tulisan ataupun melalui aktivitas yang dilakukan dapat memberikan inspirasi bagi ibu-ibu yang lain.
    Bravo. Sukses selalu.
    Terima kasih
    Salam dari Cianjur

  20. 20
    cyzko Says:

    kunjungan perdana salam kenal ya bunda

  21. 21
    Edi Psw Says:

    Duh, kasihan banget ya si anak itu.
    Moga cepet sembuh.

  22. 22
    nanaharmanto Says:

    Bunda, saya prihatin dengan keadaan anak itu…
    saya prihatin juga, ternyata masih banyak masyarakat kita yang “tergesa-gesa” menikah di usia dini tanpa persiapan matang. (Hanya supaya menghindari zinah dan fitnah?)
    Menurut saya kok sepertinya ada hal lain yang harus dipertimbangkan para pasangan muda, bahwa menikah bukan melulu masalah seks saja, tapi juga kesiapan dan kemandirian secara finansial.
    Kalau sudah seperti kasus di atas begini, baru menyesal…

  23. 23
    ernut Says:

    justru krn anak adalah kertas putih, maka tanggungjawab itu ada di pundak kita, tanggungjawab yg tidak main-main…betul khan, bund?

  24. 24
    infoGue Says:

    Hai, salam kenal, artikel anda ada di

    http://orang-tua-anak.infogue.com/setiap_anak_punya_hak_

    ayo gabung bersama kami dan promosikan artikel anda ke semua pembaca. Terimakasih ^_^

  25. 25
    ami Says:

    mohon maaf lahir dan batin bunda, salam hormat saya untuk seluruh keluarga bunda.
    memang kalau kita mau membuka mata lebih lebar, banyak anak negeri ini yang belum sepenuhnya mendapatkan hak2nya. semoga kesadaran untuk saling menolong, membantu dan berbagi diantara kita semakin tebal ya bunda. salam

  26. 26
    edratna Says:

    Beberapa kali mau kesini tak berhasil….internet lagi ngadat. Dan dari internet di rumah Bandung (saya Lebaran di Bandung), komenku tak muncul….

    Sebelum lupa, dan semoga tak terlambat, saya mengucapkan
    Selamat Idul Fitri
    Mohon maaf lahir batin atas segala kekhilafan, baik dalam tulisan maupun komentar.

    Matur sanget nuwun,,,demikian juga saya…
    mohon maaf baru balas…karena bebrapa kesibukan..

  27. 27
    wongeres Says:

    Saya juga senasib dengan Pak Sawali lho. Mungkin komentar saya nyanthol di filter spam. Mohon maaf lahir batin, Bunda.

  28. 28
    hmcahyo Says:

    ya… memang semangat berbagi harus senantiasa ditumbuhkan :D

  29. 29
    nadin Says:

    Dear Ibuku yang cantik…
    Minal aidin walfaidzin, Mohon maaf lahir dan batin! Maaf kalau baru sempat mengucapkan kalimat indah ini ya Bu! Semoga cuti 20 harinya menyegarkan, memberikan semangat baru dan ketenangan untuk menghadapi kesibukan - kesibukan Ibu didepan! Sukses selalu Ibu!!!

  30. 30
    Wongndeso Says:

    Minal Aidin walfa idhin mohon maaf lahir dan batin … Bunda.
    Semoga bantuan Bunda akan menjadi sebuah amal kebaikan yang pahalanya di balas Allah dengan berlipat ganda … amiieen

  31. 31
    elmubarok Says:

    masya allah .. hebat banget neh perjalanan bunda
    makin sneng z mampir d blog ini sambil liatin pengalaman-pengalaman bunda.. moga ja dapet ambil hikmahnya

    eh ya bun ku seneng bgt link elmubarok ada d roll “Tetangga Sebelah”, tp tautannya da yg salah bukan http://www.tipskon.co.cc tapi http://www.tipskom.co.cc
    link buda pastinya dah aku pasang, paya gmpang mampir ke sininya
    makasih bun

  32. 32
    Batavusqu Says:

    Salam Takzim
    Mengunjungi sahabat disiang hari, Agar tetap langgeng persahabatan yang sudah kita bentuk
    Salam Takzim Batavusqu :)

  33. 33
    Opa Daffa Says:

    Assalamu’alaikum Buk Dyah, Maaf Lahir Bathin,,,
    Berbahagialah warga Jogja memiliki Ibu sebagai Ibu Walikota mereka, semoga Bu Dyah dan Pak Hery senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, kesempatan untuk berbuat sebanyak-banyaknya kepada warga sebanyak-banyaknya pula,,, Saya yakin Ibu dan Bapak melakukan yang terbaik untuk Jogja dan warganya bukan untuk menarik simpati, tapi murni untuk beramal, semoga semua yang telah Ibu berikan akan terecord di sisi Allah sebagai amal soleh yang kelak akan menemani Ibu di ahir dunya, amin..
    wassalam,
    Opa Daffa n Daffa

    Terimakasih…maaf lahir batin pula,
    insya Allah pak..kami melakukan semaksimal mungkin untuk masyarakat dengan niat ibadah…
    dan saya yakin banyak diantara warga kami juga punya ke cukupan materi,namun belum tahu kalau ada persoalan.kami bertugas untuk mengajak peduli…salam dr Jogja..

  34. 34
    Eka Situmorang-Sir Says:

    Hak untuk sehat adalah hak asasi, bukan begitu bu?
    dan ini tercantum di UUD bukan?

    Beruntungnya kota Jogja punya ibu laikota yg perhatian sperti ibu Dyah.
    Namun artikel ibu ini patut direnungkan dalam2, bahkan di kota yang besar pula masih terjadi speti ini, apalagi kota atau desa yg ada di pelosok. PR nih bu :) dan seperti ibu bilang, juga PR untuk kita untuk lebih peduli kepada sesama.

    Salam, EKA

    iya ….betul mbak..Ibu juga merasa PR buanyaak banget..pokoknya siapapun kita harus peduli dengan sekitar..agar banyak masalah yang bisa terselesaikan.

  35. 35
    Endah Says:

    Ibuq maaf lahir bathin yach…sy sering banyak salah sama ibu…btw sy baca tulisan ibu ikut sedih (pake nangis lho bu)…di Suryo jg ada yang jantungnya sudah parah masih 3 tahun…dan sy sampai saat ini tidak pernah bisa berbuat apa2…

  36. 36
    Hery Azwan Says:

    Wah, kemana aja Bu Dyah? Kok sudah lama nggak update blog?

    Iya,,,maaf sedang sibuk ke Rumah sakit….ibu mertua sakit dan kamis lalu meninggal dunia…mohon doanya..

  37. 37
    ikkyu_san a.k.a. imelda Says:

    bunda…

    “Betul kata pak Walikota Ibu, bahwa kita ternyata masih pada tahap berjamaah di masjid, bukan jamaah dalam arti yang sesungguhnya”. Bahwa jamaah sesungguhnya adalah melalui silaturahmi kita mampu berbagi, mau peduli agar kita bisa saling membantu, menolong, menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar kita”. Dan bahwa menjadi dermawan yaitu “memberikan sebagian apa saja yang kita miliki, sekalipun hanya bisa memberi Senyum, adalah perilaku yang harus di biasakan “

    Saya senang sekali dengan quote ini. Semoga bisa terus dijalankan oleh warga negara Indonesia yang beriman.
    Anak-anak adalah titipan Tuhan yang tidak bersalah….

    EM

    Benar mbak….kita harus membiasakan dan mau berbagi…semua anak punya hak untuk hidup layak…

Leave a Reply