Feed on
Posts
Comments

22 Oktober 2009, tepatnya jam 04.55.WIB

Ibu  Hj.Siti Djirzanah, telah meninggalkan kami, anak anak,menantu, cucu dan satu cicitnya dalam usia 74 tahun

Hampir 30 tahun saya bersamanya, menjadi istri dari anak sulungnya Herry Zudianto, menjadi Ibu dari 3 cucunya

Kenangan… kesan dan pelajaran beliau yang paling membekas adalah…

Ibu seorang pekerja keras, seolah tak pernah lelah bekerja sampai sakit yang serius menimpa Ibu

Ibu  seorang yang sangat ramah… semua kalangan beliau kenal, silaturahmi beliau sangat luar biasa

Ibu selalu mengenalkan kami dengan seluruh kerabat, saudara  dan sahabat sahabat  dari bapak dan beliau

Ibu selalu menekankan kerukunan diantara kami bertiga…. (Pak Herry  dan adik-adiknya), dan meminta  anak sulungnya untuk bijaksana

Ibu tak pernah lelah mengingatkan dan  memahamkan tentang keutamaan ibadah, sholat, puasa, zakat…. dan ibadah-ibadah lainnya.

ibu juga berjiwa keras…. selalu ingin didengar pemikiran dan pendapatnya, tak ragu mengemukakan hal suka dan tak suka kepada siapapun

Ibu senantiasa ingin tahu dan ingin belajar  tentang apapun, bahkan diluar  kemampuan pendidikannya yang terbatas

ibu adalah sosok yang tak pernah putus asa, termasuk dalam perjuangan  dan upaya kesembuhan penyakitnya yang demikian berat

Selamat jalan ibu…. semoga Ibu mendapat  tempat terbaik di sisi Allah, diterima semua amalan, diampuni semua kesalahan..

Kami anak, cucu, cicitnya selalu mendoakan Ibu….

Berikut sepenggal kenangan cucu sulungnya… yaitu anak pertama saya Pipiet (Alfita Ratna Hapsari) yang ditulis dalam Note Face booknya, seketika setelah mendengar Eyang putrinya meninggal..

“Sepenggalan Cerita” in memoriam Eyang-Tie Siti Djirzanah

Kamis pukul 11:50

Eyang tie ku adalah seorang wanita Jawa biasa,

yang sudah harus menikah di usia luar biasa belia

dan menanggung pahit hidup di usia muda

Bukan hal yang mudah untuk dicerna untuk seorang wanita jawa di jaman itu

Apalagi berdiri tegak dan tetap berjalan

Eyang tie ku adalah seorang wanita Jawa biasa

Ibu dari putra-putranya yg menjadi orang luar biasa…

Yang sudah mengenal apa itu arti emansipasi di tahun 50′an dulu

Walaupun dalam arti sederhana, bahwa wanita harus memiliki sikap

dan jiwa yg teguh dalam hidup


Eyang tie ku adalah seorang wanita Jawa biasa

Yang Memiliki kegigihan luar biasa

Dan merasa berdagang adalah panggilan hidupnya

Bukan hanya sekedar mencari nafkah

Tapi untuk memberinya semangat


Eyang tie ku adalah seorang wanita Jawa biasa

Yang punya kenalan luar biasa banyaknya

Gak pernah absen ke kondangan, dan pasti hadir di setiap pengajian

Dan selalu riang menyapa setiap orang di jalan

Sampai pernah aku menhitung sudah berapa kali beliau berhenti sejenak

Hanya untuk sekedar menyapa


Eyang tie ku adalah wanita Jawa biasa

Yang punya hati baja dan keinginan luar biasa

Susah ditolak dan selalu ingin didengar

Torehan semua masa dari kehidupannya


Eyang tie ku adalah wanita Jawa biasa

Yang raport ibadahnya luar biasa

Tidak pernah mengeluh kalo urusan menyangkut-Nya

Tidak pernah absen, bahkan sampe lembur untuk-Nya

Sakit sehat berangkat juga

Tidak pernah dihitung tidak pernah ditimbang-timbang


Eyang tie ku seorang wanita Jawa biasa

Yg diusia senjanya masih punya semangat luar biasa

Disela sela sakit yang melemahkannya

Sampai sampai aku merasa

Beliau pasti akan bertahan sangat lama


Eyang tie ku ternyata wanita Jawa yang luar biasa

Diantara semua memori tentangnya

Semua orang pasti punya cerita

Tidak harus seratus persen bahagia

Tapi bagaimana kita meghadapinya


Eyang tie ku ternyata wanita Jawa luar biasa

karena dari rahimnya lahir lelaki luar biasa

yg aku panggil papa

Yang begitu mencintainya

Sampai2 aku ragu apa aku bs mencintai ibuku sebegitu rupa


Selamat Jalan Yang Tie

Allah pasti memberi tempat terbaik untuk Yang Tie disisi-Nya

Ini bentuk penghormatan terakhir dari kami

terhadap semua pelajaran hidup dan cerita masa lampau

yang kau pernah ceritakan…….

We already missed you…..


Philadelphia, Oct 22nd 2009

30 Responses to “Ibu…. dalam kenangan”

Pages: [3] 2 1 » Show All

  1. 30
    sofi domargo Says:

    Teringat saya akan kegigihan seorang ibu tua dalam menekuni pekerjaannya… Sosoknya yang tegas berhasil membangun dan berkarya di bidang yang beliau pilih yaitu Melestarikan BATIK…. Dulu saya ingat sekali cerita-2cerita mengenai beli Ibu Dzir…yg terkenal sangat tegas dan keras kepada seluruh rekan2 sejawat…. Namun waktu saya dapat panggilan secara pribadi…dan bertemu dengan beliau secara personal……. Sungguh! Terselip di hati saya kekaguman dan keseganan terhadap beliau Ibu Dzir…. yang menurut pandangan dan hati saya adalah seorang Ibu yang Tangguh dan Business Woman Sejati…Keukeuh serta konsekuen dalam berkarya…. Kesuksesan beliau tidak akan mudah terhapus…dan Seluruh wejangan beliau kepada saya mengenai Kedisiplinan.Ketegasan.Kesungguhan dalam bekerja sangat meNoreh di hati saya….
    Selamat Jalan Bu semoga ALLAH memberikan tempat terINDAH bagi IBU…. walaupun hanya bertemu 4 mata sekali saja..namun itu sangat berKESAN….:) dan menginspirasi saya dalam melangkah:)

  2. 29
    Andy MSE Says:

    nunut ndonga kagem yang-ti, mugi Allah pinaringan dalan padang, mugi sedaya kesaenan angsal piwales ingkang matikel-tikel, mugi sedaya kaluputan tansah pinaringan pangapura, lan mugi dados salah satunggiling umat ingkang ka-syafaat dening Rasul kita Muhammad Sallawahu ‘Alaihi Wasallam… Amien…

  3. 28
    edratna Says:

    Ikut belasungkawa mbak
    Semoga amal ibadah Eyang Tie diterima oleh Allah swt, dan keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan ketabahan.
    Amien

    Maturnuwun mbak….maaf saya terlambat balas…masih banyak kerepotan..

  4. 27
    suntea Says:

    assalamualaikum wr.wb…
    Benar Ibu,apa yg ditulis mbk.pipiet……eyang memang sosok yang sangat ramah…..pernah suatu kali ketemu di dokter gigi…..beliau mau menyapa ,ngobrol dan jg selalu tersenyum…..Semoga arwah beliau di terima di sisiNYA dan mendapat tempat yg dimuliakan Allah SWT…amiin…

    Iya mbak…kalau soal ramah dan silaturahmi…saya kalah jauh.Beliau itu pedagang tulen yang dimana mana menyapa orang dgn ramah…

  5. 26
    Big Sugeng Says:

    Turut berbela sungkawa, mudah2an Alloh swt menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala dosa-dosanya dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga dapat meneruskan perjuangan dan cita-cita beliau, selalu mendoakan dan menyambung silaturakhim. Amiin

    Injih…matur nuwun. doanya.Insya Allah akan saya teruskan perjuangan beliau.

  6. 25
    batavusqu Says:

    Salam Takzim
    Mengujungi bunda di siang hari dengan tetap tiada bosan berdo’a semoga bunda tetap berada dalam keranda kebahagiaan bersama keluarga tercinta
    Salam Takzim Batavusqu

    Alhamdulillah ….maturnuwun…

  7. 24
    Wongndeso Says:

    Turut berduka atas meninggalnya ibunda tercinta

    maturnuwun sanget…

  8. 23
    Heni-Jogja Says:

    Nderek bela sungkawa ibu, mugi2 amal kesaenanipun pun tampi kalih Gusti Allah.Amin

    matur sanget nuwun mbak….Amien …amien…

  9. 22
    diana Says:

    Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un… Trt berbelangsungkawa bunda, insyaallah Yang Tie diterangkan jalan kuburnya, diampuni segala khilafnya, dan mendapat surga di sisi-Nya… Insyaallah

    Amien…amien…maturnuwun.

  10. 21
    Triunt Says:

    Ikut berduka cita yang sedalamnya.
    semoga diterima di sisi Tuhan , Amiiin…

    Amien…terimakasih mas tri…

Pages: [3] 2 1 » Show All

Leave a Reply