Untuk Ayah…..
Oct 24th, 2008 by dyahsuminar
Posting ini saya tulis demi keseimbangan, dari awal…saya sering menulis tentang seluk beluk perempuan.. Nah…., ini giliran untuk laki-laki, para bapak, dan calon bapak
(khusus untuk bang Mike, pak Sony, mas Ariefdj, mas Arif, pak Andy, pak Enha, opanya Daffa, bapake Thufail, mas Goenoeng, mas Bayu, mas Cahyo, mas Rul, mas Edi psw, Parvian,dll)
Hari ini agak santai….jadwal saya hanya terisi 3 item…saya cek ulang, oh…yang satu bisa diwakilkan. Segera saya putuskan untuk menata arsip-arsip saya, laporan-laporan dan pekerjaan on process yang masih berantakan. Setelah itu saya membuka album-album lama dan membersihkannya. Saya tertarik pada title pada album bercover hitam..bertuliskan...Ulang tahun ke-50, Bapak. Setelah saya buka ..ternyata dalam album tersebut masih tertempel rapi sebuah puisi dengan judul “..Setengah Abad Sudah…” yang dibuat oleh anak-anak untuk Ayahnya yang berulang tahun ke-50. Ini dia puisinya ….
SETENGAH ABAD SUDAH
Setengah abad sudah
Lalui hidup
Penuh warna
Penuh nada
Ceritakan tiap goresan tinta
Yang tertulis di atas lembaran kisah hidupmu
Setengah abad sudah
Berlari
Wujudkan mimpi
Terseok dan tertatih
Terjatuh dan bangkit kembali
Kumpulkan puing-puing kekuatan
Hingga menjadi satu keberanian
Bertahan
Atas keyakinan
Bahwa cita-cita tak diwujudkan hanya dalam satu kejapan
Berjuang
Di antara gelap
Dan terang
Di antara derai tawa
Dan tetes air mata
Semua itu tak sia-sia
Setengah abad sudah
Dan ketika tiba saatnya cercaan, makian, keluhan, kesibukan, dan kepenatan
Menggerogoti tubuhmu perlahan sekalipun
Bertahan dengan keyakinan
Atas cinta
Yang selalu ada untuk kami semua
Setengah abad sudah
Kini lihatlah dirimu di mataku
Papa,
Kini dan nanti
Sesosok itu akan terus abadi
Ketika tiba waktuku beranjak dewasa
Kukenang dirimu sebagai satu warna yang akan melengkapi kanvasku
Kukenang dirimu sebagai satu nada yang akan melengkapi senandungku
Papa,
Untuk semua yang kau abdikan, kau berikan, dan kau korbankan
Terimakasih…
Nah…. Para sahabat….
Laki-laki, para ayah, dan calon ayah mari kita cermati…. Sebenarnya anak-anak kita punya kerinduan yang sama terhadap sosok Ayah. Walaupun secara kodrati.., perempuan, Ibu yang mengandung, menyusui dan melahirkan, namun dalam pertumbuhan anak, mereka juga sangat memerlukan peran ayah. Ayah sebagai teladan akan keberanian, sportifitas, kedewasaan. Ayah juga sebagai teladan dari sosok yang punya peran dalam lingkungan domestik keluarga. Anak akan bangga…ketika ayahnya mau ikut memasak mie atau nasi goreng kesukaan keluarga, anak akan senang apabila ayah mengantar les pada sore hari, anak akan bangga ketika ayah mengantar ibunya anak-anak ke dokter, dan anak akan bangga ketika ayah menjadi imam pada sholat jamaah keluarga…minimal Maghrib dan Isya… Duuh…….indahnya……
Sekarang…. Ini contoh pada keluarga kami, mari kita cermati apa pendapat anak-anak tentang ayahnya dan Ibunya ketika harus memberikan masukan. Hal ini memang sering kami komunikasikan pada setiap kesempatan santai atau makan bersama. Kata mereka….anak-anak perempuan saya seperti ini….;“Mama kalau saya punya teman cowok… pasti pertanyaannya berderet…itu siapa, putranya siapa, seiman dengan kita tho? Sholatnya bagaimana..sekolah apa sudah kerja..?”…..dst Tapi kalau papa sangat berbeda...;”Coba…papa mau kenalan…kapan dia mau dikenalkan papa?” Berbeda sekali bukan….??
Itulah memang adanya seorang Ibu memang untuk cerewet dan khawatir…saya membela diri.
Apa kata mereka tentang nasihat….??? “Mama itu kalau telpon, menasehati (karena saat ini anak-anak sudah jauh dari rumah….), seperti putar kaset…juga tambahannya panjaang,,,malah yang masuk cuma 50 %, tapi kalau papa …singkat padat…malah bisa masuk 70 %…”.
Walaah… Ibu-ibu…kita gak sadar ya…ternyata anak-anak memperhatikan kita dan setengah bosan dengan kalimat kalimat berulang…“sudah sholat..?….hati-hati kalau pergi, jangan terlalu malam pulangnya.. Kuliahnya bagaimana …?? Jangan boros-boros ya pakai uang sakunya…”…dst. ” standard bangeet “…., kata anak-anak saya.
Dari kritikan itu…saya menyadari, sedikit demi sedikit saya merubah… Memang harus kita bedakan hal-hal yang prinsip dan tidak, hal-hal yang menyenangkan sesuai suasana hati anak muda…juga harus kita tanyakan sebagai bahan obrolan….dari mulai grup band, judul film, mode baju yang trend, serta…pacar atau terpaksa mendengar anak laki-laki saya…cerita klub sepakbola kesayangannya juga balap mobil ..dan bintang-bintang penemu ilmu dan teknologi.
Waduuuh…….padahal yang terakhir ini saya gak pernah update, alias gak nyambung.
Untuk yang seperti ini, biar bapaknya yang berperan.
Sahabat….. Para laki laki…..
Kesimpulannya, jangan sekali-kali CEMAS kalau suatu saat orang-orang terkasih disekitar kita nampak tidak dekat, tidak menghargai…mungkin ada sesuatu yang harus diperbaiki… Kalau ingin punya peran …..dalam seluruh kehidupan, kita harus ajur ajer dan selalu ada di tengah-tengah mereka..orang-orang terkasih…istri dan anak anak tercinta…
Terakhir saya mohon maaf..kalau ada para sahabat yang tidak setuju… Ini cuma cerita Cinta keluarga kami….kedekatan tidak harus dekat secara lokasi…..tetapi dekat secara hati….
Salam, DS

December 22nd, 2009 at 1:39 am
????????? ????? ? ????!
December 10th, 2008 at 12:01 am
Selamat Ultah buat Pak Herry..
Semoga dapat menjadi pemimpin dan suri tauladan yg baik bagi kita semua… Amin
btw, Pak Herry ga bikin blog nih Bu?
Kok cuman di web pemda aja? Fiturnya ditambahin dunk biar kelihatan lbh menarik..
December 2nd, 2008 at 2:41 am
Tak pernah kering cucuran keringatmu
Tak pernah tersirat letihnya perjuanganmu
mengalir lembut dari dasar kalbu
Meski ku sering buatmu marah …
Tak pernah lelah engkau terus berjuang
mencari nafkah tuk masa depanku
walau air mata dan darah jadi pengiringnya
o… Terima kasih bapak
hanya bakti sederhana
yang mampu kuberikan kepadamu
o….Maafkan anakmu bapak
atas sgala kesalahan
yang telah kuperbuat kepadamu
Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tuaku
dan kasihanilah dengan rahmat dan karunia-Mu
Selamat ulang tahun buat Bapak ya bunda……smoga Allah SWT senantiasa melimpahkan ridho dan kasih sayangnya buat Bapak dan Bunda Dyah sekeluarga.Amiiinnnn
Andrean El-Fachri
http://andreanelfachri.wordpress.com
seperti mereka mengasihiku
ya Ilahi Rabbi berilah kami kesempatan
untuk dapat kembali berjumpa
di akhirat sana … selamanya …
November 17th, 2008 at 8:58 am
cocok banget Eyang Dyah, setuju…setuju…setuju….
November 13th, 2008 at 1:36 pm
Posting Ibu mengingatkan alm Bapak…… sejak usia 5 th saya sudah kehilangan orang tercinta.Kedekatan dengan beliau dikarenakan saya anak sulung, adik usia 2 th lebih membutuhkan kasih sayang Ibu. Kenangan yang indah……teringat waktu TK….., siswa wajib suntik vaksinasi. saya ijin pulang. ( takut suntik Bu…. ). Sampai dirumah ditanya beliau.Dengan senyum simpulnya beliau menggendhong dan mengajak jalan- jalan……, e…… ternyata menuju TK…., jadi kena giliran vaksinasi….Figur alm Bapak selalu ada dihati melalui nasehatnya, tauladan dan kedisiplinannya adalah bukti cinta yang tak ternilai.
Dihari yang bahagia ini kami sekeluarga mengucapkan *Selamat Ulang Tahun * Mudah- mudahan Ibu selalu dalam lindungan Allah SWT dan sukses dalam segala hal…Amin.
November 5th, 2008 at 4:38 am
Ibu Dyah, salam kenal….
Alm ibu saya juga begitu dulu waktu saya memperkenalkan pacar pertama saya
Tapi sayang beliau belum sempat berkenalan dengan suami saya.
tapi cerewetnya membuat saya ga salah jalan
Sejak menikah & pindah rumah masih suka kangen sama cerewetnya beliau.
Wah kalau baca ceritanya ibu, saya jadi ingat alm Ibu saya. Apalagi waktu ibu begitu kritis kepada putrinya
Kalau ayah saya sejak ibu ga ada, lebih cerewet
October 31st, 2008 at 5:57 am
Hehehe…kalau baca cerita bu Dyah jadi ingat anak-anak di rumah (kebetulan saya sudah punya 2 putra) bu, tapi masih kecil, 9th dan 2 th. Nah berhubung saya dan suami sama-sama mempunyai kesibukan sebagai pekerja (karyawan) otomatis semua pekerjaan yang ada hubungannya dengan anak-anak dan keluarga harus dishare terutama soal waktu dan prioritas yang mendesak. Kan suami sudah komitm kalau sang isteri bolah berkarir di luar, tapi kalau menyangkut kodrat sebagai wanita/ perempuan, tetap suami / ayah tetap nggak bisa gantiin kita to posisi itu, hehehe…so untuk bapak-bapak jangan kecewa yach…Ibu tetap nomor 1 hehehe….just intermezo bu, hehehe

Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
October 30th, 2008 at 2:57 pm
Keberanian anak-anak untuk mengekspressikan citra seorang ayah(nya) adalah sangat pantas diacungi jempol. Siapa dulu dong mamanya….) Menjadi ayah yang baik bagi anak-anak bukan sekedar akrab dan saling menyayangi, tapi lebih fokus kepada mengarahkan anak kepada trend menuju cita-cita (anak)nya.
Perbedaan antara ayah yang pintar dengan ayah yang goblog sangatlah tipis, setipis kulit bawang kering. Ketika anak-anak itu suksess, kita jadi ayah yang pintar, ketika anak-anak itu jadi korban narkoba, kita menjadi ayah yang guoooblog.
Menurutku: mampu menjaga agar anak-anak (zaman sekarang) tidak terjerumus ke dunia narkoba saja sudah menjadi prestasi besar.
October 30th, 2008 at 8:44 am
bapak-bapak memang orang hebat…….
October 30th, 2008 at 4:38 am
Saya (dan semua wanita di dunia ini pastinya) berharap sekali bisa memiliki seorang suami sekaligus ayah yang baik bagi anak2 kami kelak. Bapak saya, meski kadang2 keliatan overworried merupakan sosok ayah yg baik sekali. Karena asuhan beliaulah saya jd bisa begini.
Senang sekali bisa membaca tulisan ibu perihal keakraban di dalam keluarga, memang kdg kala kami sbg anak seringkali membandingkan bedanya nasihat ibu dan bapak. Jika ibu seringkali mengulang2 kata2 sementara bapak engga.